Komunitas Tuna Rungu Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kegiatan touring ke berbagai tempat, instansi, dan lembaga sosial. Di antaranya, mereka ke Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Kabupaten Wajo, pada Selasa siang (1/8/2026).
Kegiatan touring yang dilakukan tidak tanpa maksud. Mereka membawa pesan tersirat bahwa dengan keterbatasan yang dimiliki, komunitas Tuna Rungu bisa eksis, bersosialisasi, dan berorientasi kontributif.
Di Indonesia, telah terbentuk beberapa komunitas Tuna Rungu. Ada Serikat Kaum Tuli-Bisu Indonesia (Sekatubi) organisasi pertama yang didirikan pada tanggal 11 Januari 1960 di Bandung, dan diperingati sebagai Hari Tuli Nasional.
Dari sana, banyak komunitas Tuna Rungu kemudian dibentuk di daerah-daerah, salah satunya Komunitas Tuna Rungu Sulsel.
Arung Samudra, yang menerima kunjungan tersebut memberikan apresiasi. Menurutnya, semangat komunitas Tuna Rungu dapat dicontoh. Keterbatasan yang dimiliki tidak menyurutkan semangatnya untuk berhimpun, berinisiasi, bersosialisasi, dan bersilaturahim ke unsur masyarakat lainnya.
Dalam kunjungannya, komunitas Tuna Rungu Sulsel diwakili oleh dua orang perempuan. Mereka berkomunikasi dengan Amil WIZ via isyarat dan tulisan via WhatsApp.
‘’Masya Allah, keterbatasan yang dimiliki saudara kita dari komunitas tuna rungu tidak menghalangi mereka untuk bergerak dan bersosialisasi sebagai makhluk sosial. Patut dicontoh semangatnya,’’ kata Amil WIZ Wajo ini.
Setelah agenda kunjungan dan sesi foto selesai. Amil WIZ Wajo memberikan dukungan ke komunitas Tuna Rungu Sulsel berupa dana sebagai biaya operasional untuk kunjungan ke tempat selanjutnya.





