Kemarau yang berkepanjangan di Indonesia dampak dari fenomena alam El Nino. Juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Wajo seperti kekeringan, suhu panas yang meningkat, dan gagal panen. Selain itu, dampak dari kemarau panjang menyebabkan sejumlah rumah mudah terbakar.
Di Wajo, telah banyak informasi yang beredar dan berita yang dimuat oleh beberapa media pers kredibel tentang banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang fenomena El Nino.
Di antaranya rumah Hatta (39), seorang petani, dan rumah Rohani (60), seorang Ibu rumah tangga yang terbakar di Desa Tonrong Tengnga, Jl. H. Patiroi, Kecamatan Pammana, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Rumah milik Hatta dilaporkan habis terbakar. Dari sejumlah harta benda yang dimiliki, hanya sepeda motor dan mobil traktor yang masih tersisa. Sementara itu, keadaan rumah milik Rohani beserta seluruh barang di dalamnya juga habis terbakar.
Menurut keterangan yang dihimpun oleh warga, kebakaran diduga bermula dari arang setelah dilakukannya aktivitas membakar ikan. Saksi mata yang lain juga menyebut api terlihat berasal dari bagian atas rumah, sehingga terdapat dugaan adanya korsleting listrik.
‘’Tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali traktor,’’ kata Hatta.
Dalam peristiwa ini, Amil WIZ menyalurkan bantuan berupa pakaian layak kepada para korban pada Sabtu (19/9/2026). Bantuan tersebut merupakan amanat dari donatur WIZ.
Adapun kebutuhan yang mendesak saat ini. Para korban membutuhkan makanan dan minuman untuk dikomsumsi beberapa hari ke depan, pakaian layak dan bantuan uang untuk kebutuhan sehari-hari.





